Situasi COVID-19 di Indonesia pada tahun 2020-2021 terus menunjukkan trend yang meningkat. Pemerintah Indonesia banyak melakukan kebijakan untuk membatasi pergerakan manusia agar virus COVID-19 tidak menyebar secara massif. Namun nyatanya hingga 25 April 2021 sebanyak 44,594 orang telah meninggal karena COVID-19. Tidak hanya membuat kebijakan terkait pembatasan pergerakan masyarakat, namun pemerintah Indonesia melibatkan komunitas internasional untuk mengatasi dampak dari COVID-19 ini. Salah satunya dengan melakukan kerjasama dalam pengadaan vaksin COVID-19 yang diharapkan dapat menurunkan angka persebaran dan angka kematian akibat COVID-19.
Pada bulan Februari 2021, sudah lebih dari 1,5 juta orang yang telah mendapatkan vaksin dosis pertama dan terjadi lonjakan peningkatan jumlah penerima vaksin pada bulan Maret 2021 dengan total 6 juta orang. Pemerintah Indonesia melakukan kinerja yang terbaik untuk mempercepat distribusi vaksin di seluruh wilayah, hingga September 2021 total orang yag telah mendapatkan vaksin perbulan bisa mencapat 12 juta orang. Indonesia juga mendapatkan peringkat kelima, menjadi negara yang populasinya paling banyak telah divaksinasi COVID-19 pada bulan Oktober 2021
Hasil dari kerjasama vaksin yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia menunjukkan bahwa semakin banyaknya masyarakat yang mendapatkan vaksin maka semakin rendah tingkat kematian dan tingkat keterisian rumah sakit. Kementerian Kesehatan Indonesia juga menyebutkan bahwa kasus parah COVID-19 yang terjadi diakibatkan belum melakukan vaksinasi, dan jumlah tenaga kesehatan yang terkena COVID-19 yang membutuhkan penanganan rumah sakit turun drastis yang awalnya 18% hanya menjadi 3,3% saja. Sehingga vaksinasi bisa menjadi parameter yang mampu menurunkan jumlah orang yang perlu dirawat di rumah sakit semakin mengurangi adanya kelangkaan suplai dan tenaga kesehatan.







